Inilah Pesawat Rancangan B.J. Habibie Yang Sangat Mendunia
Rabu, 06 April 2016
B.J. Habibie seorang tokoh terkenal di Indonesia.
Beliau pernah menjabat sebagai presiden ketiga republik Indonesia. Jika
dituliskan namanya secara lengkap berserta gelarnya mungkin terasa
sangat panjang, namun, berikut nama dan gelar beliau: Prof. DR (HC).
Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Ketiga RI).
B.J.
Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni
1936. Beliau merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara. Ibu B.J.
Habibie bernama RA. Tuti Marini dan ayah Habibie bernama Alwi Abdul
Jalil Habibie. Habibie muda menikah dengan seorang gadis cantik bernama
Hasri Ainun Habibie pada yanggal 12 Mei 1962. Habibie mempunyai dua
orang putra yaitu Ilham Habibie dan Thareq Kemal.
Habibie kehilangan ayahnya pada 3 September 1950. Ayah
Habibie meninggal karena serangan jantung. Tak lama setelah ayahnya
meninggal habibie pindah ke bandung bersama ibunya. Kemudian dia
menuntut ilmu di Gouverments Middlebare School. Mulai dari sinilah
kecerdasan habibie bersinar.
Setelah tamat SMA di Bandung 1954 Habibie mendaftar ke
ITB(Institute Teknologi Bandung). Diawal masa studinya ternyata Habibie
mendapatkan beasiswa dari kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk
studi di jerman. Ir. Soekarno pernah mencanangkan mengirimkan beberapa
anak muda Indonesia untuk menyerap teknologi diseluruh dunia guna
memajukan bidang kedirgantaraan dan kemaritiman.
Habibie adalah salah satu anak terpilih yang mengikuti
gelombang kedua program beasiswa tersebut. Mengingat pesan Ir. Soekarno,
Habibie muda mempelajari dan mengerti arti pentingnya dirgantara dan
penerbangan bagi Indonesia. Habibie muda yang melanjutkan studi di
Jerman memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi kontruksi
pesawat terbang.
Kampus pilihan Habibie muda adalah Rhein Westfalen Aachen
Technische Hochschule(RWTH).Setelah sampai dikampus ini beliau bertekad
untuk belajr dengan sungguh-sungguh dan harus sukses di tanah
perantauan. Tekad kesungguhan Habibie dibuktikan dengan fokus belajar
yang tinggi dan tidak menghabiskan liburannya dengan hanya
bersenang-senang.
Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule
Di liburan musim panas setiap tahunnya Habibie muda selalu
mengisi kesehariannya dengan bekerja dan mencari uang. Hasil dari kerja
kerasnya digunakan untuk membeli buku. Habibie mendapatkan gelar diploma
Ing dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH) pada
tahun1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna).
Setelah lulus dari Rhein Westfalen Aachen Technische
Hochschule(RWTH), Habibie memulai karir bekerjanya di Firma talbot,
sebuah industri kereta api Jerman. Di Firma Talbot Habibie mendesain
sebuah wagon untuk mengangkut barang-barang dalam volume besar.
Rancangan Habibie untuk 1000 wagon Firma Talbot diselesaikan dengan
pendekatan teknologi kontruksi sayap pesawat terbang.
Di sela-sela kerjanya Habibie melanjutkan studinya untuk
gelar doktor di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule. Kerja
keras dan ketekunannya membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tahun
1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan predikat summa
cumlaude (Sangat Sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische
Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Penemu Faktor Habibie
Saat Habibie menjadi engineer di jerman, dia mempelajari fenomenafatigue (kelelahan)
pada kontruksi pesawat. Habibie mencetuskan rumus untuk menghitung
keretakan atau crack progression on random. Rumus temuan Habibie ini ia
namakan “Faktor Habibie”. Rumus temuan Habibie ini dapat menghitung
crack progression sampai skala atom material kontruksi pesawat terbang.
Sehingga Habibie dijuluki “Mr. Crack”
Kejeniusan Habibie mengantarkannya menjadi penemu faktor
Habibie yang diakui dunia. Habibie diakui lembaga International
diantaranya: Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan
dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London
(Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia),
The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US
Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Pada tahun 1967 Habibie mendapatkan penghargaan menjadi
Profesor kehormatan (guru besar) di ITB (Institute Teknologi Bandung)
Disisi lain HAbibie juga memperoleh penghargaan Edward Warner Award dan
Theodore Van Karman Award.
B.J. Habibie Kembali Ke Indonesia
….Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka!dikutip dari biografi B.J. Habibie
Kesuksesan B.J. Habibie diluar negeri membuat presiden Soeharto tertarik padanya dan mengajaknya pulang untuk bersama membangun Indonesia. Sepulang ke Indonesia Habibie mengabdi pada bidang kedirgantaraan. Berikut sepak terjang beliau di Indonesia setelah kembali dari Jerman.
1976 – 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang
Nusantara/ IPTN.1978 – 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik
Indonesia.1978 – 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).1978 –
1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip
Batam.1980 – 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan
(Keppres No. 40, 1980)1983 – 1998 Direktur Utama, PT Pindad
(Persero).1988 – 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.1989 –
1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.1990 – 1998 Ketua
Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.1993 Koordinator Presidium
Harian, Dewan Pembina Golkar.10 Maret – 20 Mei 1998 Wakil Presiden
Republik Indonesia21 Mei 1998 – Oktober 1999 Presiden Republik
Indonesia.
Beberapa Rancangan Pesawat B.J. Habibie yang Mendunia
VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31
Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130
Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif )
Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
CN – 235
N-250
Helikopter BO-105
Multi Role Combat Aircraft (MRCA)
Semoga artikel ini bermanfaat dan memacu motivasi kita untuk terus menimba ilmu seperti bapak B.J. Habibie. Salam Penggagas.
*Co-founder dari Penggagas.com
