Waw..! Uang 100 Miliar Di Zimbabwe Hanya Bisa Untuk Beli 3 Butir Telur
Kamis, 25 Februari 2016
Nilai mata uang dolar Zimbabwe hancur berantakan setelah
negara tersebut dilanda krisis ekonomi dan hiperinflasi pada 2008 dan
2009 silam. Mata uang Zimbabwe menjadi tidak bernilai karena bank
sentral Zimbabwe terus mencetak uang untuk menutupi defisit anggaran
yang mendalam. Akibatnya, USD 1 setara dengan 35.000 triliun dolar
Zimbabwe.
Nilai mata uang dolar Zimbabwe hancur berantakan setelah
negara tersebut dilanda krisis ekonomi dan hiperinflasi pada 2008 dan
2009 silam. Mata uang Zimbabwe menjadi tidak bernilai karena bank
sentral Zimbabwe terus mencetak uang untuk menutupi defisit anggaran
yang mendalam. Akibatnya, USD 1 setara dengan 35.000 triliun dolar
Zimbabwe.
Uang triliunan dolar Zimbabwe sangat tidak berharga di
sana. Buktinya, uang 100 miliar dolar Zimbabwe hanya cukup untuk memberi
tiga butir telur ayam, seperti dikutip dari situr cavenmansircur.com.
Dengan melihat kondisi ini, negara bagian selatan benua
Afrika ini dalam waktu dekat akan menghapus peredaran mata uang dolar
Zimbabwe. Mereka akan menggunakan dolar Amerika (USD0 dalam setiap
transaksi.
Pemerintah setempat menawarkan kepada masyarakat pemilik uang
tunai atau deposito di bank untuk menukarkan uang mereka dengan dolar
Amerika (USD). Tentu saja, nilai penukarannya adalah USD 1 sama dengan
35 kuadriliun dolar Zimbabwe.
Zimbabwe jatuh dalam krisis ekonomi mendalam setelah
Presiden Robert Mugabe mengeluarkan kebijakan radikal soal distribusi
lahan pada akhir 1990-an dan awal 2000an. Negara ini akhirnya mengalami
kekurangan bahan pokok kronis. Sementara itu, bank sentral Zimbabwe
terus mencetak uang untuk membiayai defisit anggaran. Akhirnya terjadi
kenaikan harga yang menggila di Zimbabwe. Puncaknya, harga bisa naik dua
kali lipat setiap 24 jam.
Ekonom dari Cato Institute memperkirakan, inflasi bulanan
Zimbabwe di 2008 mencapai 7,9 miliar persen. Angka ini hanya perkiraan
karena selama ini tidak ada angka inflasi resmi yang dikeluarkan
pemerintah.
